Dimanapun tempatnya, pertemanan selalu indah. Ada banyak canda tawa amarah dan air mata ketika bersama. Saling bercerita, bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman.Seperti saat ini, hidup dan belajar bersama dengan ke-28 teman, atau lebih tepatnya saudara,... Read more
0
And so ? Tarrraaa...
Tanggal 5 bulan 3 taun 2012..Ya ampun ! nggak nyangka banget, tuh anak sms aku. Kita uda lostcontact dari berabad abad lamanya, dan sekarang ... TARRRRAAA...Ya gitu deh. Fahrunnisa Fahma Zakiyya ato lebih simplenya panggil aja tuh cecurut Nisa' gitu. Sebenernya aku (juga) ngrasa tuh nama nggak cocok ama yang empunya. Kenapa ? Tuh anak, nggak se-alim (baca:kalem) namanya. "And so ?"So ? So apaan ? So to ayam ? So good nugget ? __tiiitttt__ udah sebut merk *biarlah*..Harusnya kalian... Read more
0
Hilangnya Teduh
“Ya….. masa Dinda ke sekolah harus naik bis sih, Bun?” rengek Dinda“Hari ini Pak Man nggak bisa ngantar. Karena anaknya lagi sakit, dan semalam dia izin pulang. Udah, sekali-kali kamu berangkat naik bis, napa? Buruan sana berangkat, ntar kamu telat lho!” jelas bunda panjang.“Ya udah deh….Dinda pergi dulu ya, Bun!”. Dinda berpamitan dengan bundanya. Tak lupa mencium pipi bunda.Hari ini adalah hari yang menjengkelkan bagi Dinda. Seperti kata bunda, Pak Man, supirnya, harus mengantar... Read more
0
Demi Kamu, Husna
Tiittuiitt….Tiiittuiitt…Ringtone ponsel Husna membangunkannya dari lelap tidur. Dengan malas Husna menggerakkan tangannya. Ia berusaha meraih ponsel yang terletak di atas meja tepat di sebelah tempat tidur dengan mata masih terpejam.“Ha..lo…”, sahut Husna perlahan setelah menekan salah satu tombol ponsel.“Ya ampun, Na! Kamu baru bangun ya?” tanya Rara.“Yaaaa, ada apa sih Ra?” sahut Husna dengan mata masih mengantuk.“Tumben banget kamu kesiangan? Emang semalam kamu begadang ya?”... Read more
0
Si Tomboy Itu ?
“Si tomboy itu ? ” tanyaku nggak percaya. Aku bergidik , kutatap wajah Adin tajam. Mataku melotot , bola mataku nyaris keluar. “Apa kamu nggak salah? “ ulangku lagi pada Adin, masih tetap nggak percaya. Adin mengeleng. Sambil mengangkat bahu senyumannya mengembang manis. Nyaris tanpa beban. “Emangnya kenapa? Ada yang salah dengan dia?“ Adin balik bingung dengan sikapku. Kali ini aku yang menggeleng. Lama kupandangi cewek berambut cepak bersegi yang jaraknya dua puluh meter di... Read more
0
Akhir Tanpa Ayah Bunda
“Mbak, ayo cepet sarapan sana ! Udah jam 6 lebih itu!” omel bunda. “Iya,iya. Ini juga lagi sarapan. Kalo di omeli terus kapan makannya, bun?” protesku. “Kamu juga sih yang salah. Udah tahu pagi-pagi mau ke salon pake tidurnya malam-malam lagi, jadi keburu-buru kan?” tambah bunda. “Ya ya ya, udah ni lho, bunda! Ayo berangkat!” kataku setelah menyelesaikan sarapan. Namaku Diarista, Diarista Salfa Pratama. Tapi orang-orang terdekatku lebih suka memanggilku Dea, lebih simpel katanya.... Read more
0
BACK TO DECEMBER
I'm so glad you made time to see meHow's life, tell me how's your familyI haven't seen them in a whileYou've been good, busier then everWe small talk, work and the weatherYour guard is up and I know why'Cause the last time you saw meIs still burned in the back of your mindYou gave me roses and I left them there to dieSo this is me swallowing my pride,Standing in front of you saying I'm sorry for that nightAnd I'd go back to December all the timeIt turns out freedom ain't nothing... Read more
Langganan:
Postingan (Atom)